Ide Mengatasi Stres pada Anak
Ide Mengatasi Stres pada Anak – Banyak anak mengalami stres dalam berbagai bentuk. Dalam artikel ini, saya akan memberikan saran kepada orang tua tentang bagaimana membantu anak mereka melewati masa-masa ini. Stres yang dialami anak bisa menyebabkan mereka mengalami mimpi buruk dan kehilangan rasa percaya diri. Saya harap artikel ini bermanfaat dan menarik untuk dibaca.
Anak yang Mengalami Mimpi Buruk
Ada banyak alasan mengapa anak bisa mulai mengalami mimpi buruk. Saya sendiri memiliki dua anak, dan di beberapa tahap kehidupan mereka, keduanya pernah terbangun sambil menangis dan merasa ketakutan.
Anak laki-laki saya mulai sering mengalami mimpi buruk setelah menonton film *Lord of the Rings*. Dia sebenarnya sangat menikmati film itu dan sering kali ingin menontonnya berulang kali. Bahkan, dia suka menirukan adegan pertempuran di film tersebut. Karena film ini cukup panjang, ia sering menontonnya sendirian karena saya dan istri saya sibuk dengan pekerjaan lain.
Saya mulai berpikir mengapa dia bisa mengalami mimpi buruk, dan saya menyadari bahwa film ini mungkin penyebabnya. Akhirnya, saya memutuskan untuk menonton film itu bersamanya. Saya terus meyakinkan dia bahwa orang-orang di film itu sebenarnya tidak benar-benar mati, mereka hanya berakting. Saya bahkan mencoba menertawakan beberapa adegan seram dan mengatakan, “Mana mungkin itu terjadi di dunia nyata?” Selain itu, saya juga membatasi dia hanya boleh menonton film itu seminggu sekali. Dengan cara ini, mimpi buruknya perlahan menghilang.
Anak-anak juga bisa mengalami mimpi buruk setelah sakit. Ketika mereka harus beristirahat cukup lama dan tidak masuk sekolah, mereka mungkin mulai khawatir tertinggal pelajaran atau takut kehilangan teman-teman mereka. Mereka bisa saja berpikir bahwa sahabat mereka sudah menemukan teman baru.
Dalam situasi seperti ini, saya menyarankan agar sebelum anak kembali ke sekolah, mereka diberi kesempatan untuk mengejar pelajaran yang tertinggal. Orang tua bisa meminta guru memberikan tugas tambahan agar anak bisa mengejar ketertinggalan. Saya sendiri selalu menelepon orang tua teman-teman anak saya dan mengundang mereka makan malam atau bermain bersama sehari sebelum anak saya kembali ke sekolah.
Oleh karena itu, ketika anak-anak saya sakit, saya selalu mengatakan kepada mereka untuk tidak khawatir tentang pelajaran yang tertinggal atau pertemanan mereka, karena mereka tahu bahwa saya akan membantu mereka mengatasi hal tersebut.
Anak yang Mengalami Stres
Anak perempuan saya pernah mengalami stres karena dia tidak masuk dalam kelompok unggulan di beberapa mata pelajaran di sekolahnya. Dia merasa gagal dan takut kami sebagai orang tua tidak akan bangga padanya. Saya pun menjelaskan bahwa kami tahu dia sudah berusaha semaksimal mungkin, dan selama dia tetap berusaha, kami akan selalu bangga padanya. Bagaimanapun, tidak semua anak bisa masuk dalam kelompok terbaik.
Saya juga mengingatkan bahwa dia adalah anggota tim netball dan atletik, dan mencoba membantunya melihat sisi positif dari dirinya sendiri.
Sekarang, dia sudah memahami bahwa meskipun merasa tidak mampu melakukan sesuatu, dia tetap harus mencobanya. Jika dia melakukan kesalahan, selalu ada orang yang akan membantunya memahami di mana letak kesalahannya agar bisa belajar dari pengalaman tersebut.
Sebagai orang tua, penting untuk tidak terlalu sering mengkritik anak. Jika terlalu sering dikritik, mereka bisa jadi takut gagal dan akhirnya tidak berani mencoba hal-hal baru.
Jaga motivasi mereka dengan membuat tugas sekolah terasa menyenangkan. Berikan pujian setiap kali mereka berhasil menyelesaikan sesuatu dengan baik, karena ini bisa meningkatkan rasa percaya diri mereka. Daripada membentak ketika mereka berbuat salah, cobalah berbicara dengan mereka seperti berbicara dengan orang dewasa.
Saya selalu berusaha memperlakukan anak-anak saya dengan adil dan santai. Saya ingin mereka tahu bahwa saya bangga pada mereka, meskipun mereka tidak selalu mendapatkan nilai sempurna di sekolah. Jika mereka mengalami mimpi buruk, saya mencoba mencari tahu penyebabnya dan menghentikan siklus yang terjadi. Jika mereka stres, saya berusaha mencari tahu apa yang mengganggu pikiran mereka dan membantu menemukan solusinya.